Dengan wajah elok berseri Bagaikan mawar di atas pasir
Di tiup semilir malam gerimis
Mewangi dan melumuri hati yang lara
Di hadapan orang – orang kita tampak murka
Sementara masing – masing erat di mata kekasihnya
Mata tlah membawa aku kedalam seribu dunia imajinasi
Yang meraih sesuatu yang kita kehendaki
Dan dalam dua hati terpendam oleh cinta
Sampai kapan hati ku akan tersiksa seperti ini
Yang menyempurnakan cinta akan keputusanya
Aku telah mengabaikan derita cinta
Dan menangis karna rindu abadi
Siang terus berlalu
Dan hari – hari pun terus melaju
Samopai saat malam mulai menyelimutiku
Ku habiskan waktu – waktu ku bercekrama dengan angan – angan
Dan malam yang menyatukan ku dalam rindu cinta kepadamu
Apakah aku akan bersabar menanggung hasrat yang terbakar
Apakah aku manusia yang melupakan hidup yang gelisa…?
Mungkinkah manusia bisa tidur saat ia di bakar cinta
Seranjang dura dan duka meraut tubuhku
Cahaya pagi saat fajar menyingsing
Aku menangis ta’ tau apa yang sudah di buat waktu kepadaku
Duh hati bersabarlah…………?
Mungkin ini memang jalan takdir mu














0 komentar:
Posting Komentar